Berani Baca Puisi TOMINO?

Berani Baca Puisi TOMINO?
08:18 January, 17, 2017 . by sandi suhendi

"URBAN LEGEND"

NERAKA TOMINO 

Tomino ini memang bukan hantu dengan wujud menyeramkan sih ya, cuman sebaiknya jangan bermain-main dengannya. Tomino ini puisi kematian yang dapat membunuh siapapun yang berani membacanya ini dengan suara lantang. Menurut legenda sih, jika ada yang baca puisi Tomino dengan suara keras, maka ia itu akan mengundang kematian atau bencana bagi dirinya sendiri yang membacanya.

TOMINO

Menurut beberapa sumber nih yah, Tomino itu merupakan seorang gadis kecil yang terlahir cacat. Ia menuliskan suatu puisi yang kemudian langsung ditunjukkan kepada orang tuanya. Melihat isi puisi Tomino ini yang menyeramkan, orang tuanya menghukum Tomino dengan mengurungnya dalam gudang sempit dan tidak memberinya makan. Beberapa hari kemudian, Tomino meninggal dengan tidak wajar. Kalian penasaran seperti apa isi puisi Tomino? Simak deh terjemahan puisinya berikut ini. Jika gak puas membaca terjemahannya, kamu bisa langsung menyimak video puisi Tomino dalam berbahasa Jepang di bawah ini. Sekedar saran sih yah, sebaiknya kamu membaca puisinya dalam hati saja.

Terjemahan isi puisi Tomino:

Neraka Tomino

Kakak yang memuntahkan darah, adik yang meludahkan api
Tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga
Tomino meninggal sendirian dan terjatuh ke dalam neraka
Neraka kegelapan, tanpa dihiasi bunga 
Apakah itu kakak Tomino memegang cambuk?
Jumlah bekas luka berwarna merah sangatlah mengkhawatirkan 
Dicambuk dan dipukul sangatlah mendebarkan,
Jalan menuju neraka yang kekal hanyalah salah satu cara 
Mohon bimbingan ke dalam neraka kegelapan,
Dari domba emas, dan dari burung bulbul 
Berapa banyak yang tersisa dari dalam bungkusan kulit,
Disiapkan untuk perjalanan tak berujung menuju neraka 
Musim semi akan segera datang ke dalam hutan serta lembah,
Tujuh tingkat di dalam gelapnya lembah neraka 
Dalam kandang burung bulbul, dalam gerobak domba,
Di Mata Tomino Yang Lucu Meneteskan airmata  
tangisan burung bulbul, dibalik hujan dan badai
Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu 
Gema tangisanmu melolong melalui neraka,
serta darah memekarkan bunga merah 
Melalui tujuh gunung dan lembah neraka,
Tomino yang lucu berjalan sendirian 
Untuk menjemputmu ke neraka,
Duri-duri berkilauan dari atas gunung
menancapkan duri ke dalam daging yang segar,
Sebagai tanda untuk Tomino yang lucu

Jika kalian mau coba baca puisi ini pas lomba boleh deh tuh, siapa tau jurinya kasih nilai yang bagus wk
 

Anda harus daftar/login Terlebih dahulu untuk memberikan komentar disini