H-MATE

H-MATE
02:04 January, 06, 2017 . by resdiana

Teman bagiku adalah sejenis individu yang bisa dengan mudah menerima dan memberi. Saling memahami dan saling mendukung. Bagiku kesederhanaan dari sebuah hubungan adalah yang terpenting. Teman juga memberikan kesenangan, dan dalam jangka tiga tahun bersama mereka adalah masa sulit dan merepotkan yang sialnya tak bisa dienyahkan karena begitu berharga. Mereka kadang menyebalkan diatas rata-rata bahkan tak jarang sering bertengkar karena selisih pendapat bahkan tak akur karena penyebab yang tidak jelas. Kenapa kepahitan dimasa lalu bersama mereka mampu membuat tersenyum sekarang ?

Itulah kelebihan mereka. Itulah yang membuat mereka bisa dengan mudah aku terima menjadi bagian yang terpisahkan dalam hidup. Mereka sempurna dengan caranya, kekurangannya secara tak sengaja kulengkapi. Dan yang pasti mereka masih dengan lapang dada mau mengajak orang sepertiku kedalam lingkaran sosialnya. Melupakan sementara kemudahan hidup dan mau bersusah payah menemaniku. Bukankah mereka pahlawan pengusir sepi yang sempurna ?

Memang agak sulit bagiku untuk menerima individu yang bisa kuakui sepenuhnya sebagai teman. Sebab pertemanan bagiku adalah hal kompleks dan aku sudah sering mengalami kegagalan dan perbedaan paham. Setiap tempat aku cuma memiliki kurang dari lima sahabat yang bisa kupercayai sepenuhnya. Tapi dengan itulah aku mendapat apa yang aku sebut sebagai persahabatan. Saling terbuka pemikiran, saling bercerita keluh kesah masing-masing hingga memberi dukungan satu sama lain. Kelompok belajar yang sama, kelompok bermain yang sama simbiosis mutualisme yang seperti itu adalah yang paling aku butuhkan.

Kemungkinan kau yang hidup dalam dunia pergaulan luas tak akan memahami istilah sahabat yang sehati. Karena bisa dipastikan seseorang yang kau anggap teman hanyalah seseorang yang tak sengaja terikat dalam kondisi yang sama dan kemudian bersatu dengan alasan yang berbeda. Salah satunya hanya sebagai pengisi kesendirian saja. Itu yang aku dapati dari beberapa orang yang statusnya bukan teman juga bukan musuh. Mereka memaknai pertemanan dengan begitu mudah. Ya, setidaknya itulah yang menjadikan manusia itu unik bukan ?

Satu hal, pertemanan bisa tumbuh dari adanya ikatan tak kasat mata yang dinamai manusia sebagai empati. Kemudian individu tersebut mulai dekat satu sama lain, dan memutuskan untuk menjadi teman. Hubungan yang tidak dideklarasikan namun terjalin seiring berjalannya waktu. Apa kalian memiliki perasaan yang sama ? jika ya berarti kita adalah tipikal manusia yang sama.

Teman bagiku adalah sejenis individu yang bisa dengan mudah menerima dan memberi. Saling memahami dan saling mendukung. Bagiku kesederhanaan dari sebuah hubungan adalah yang terpenting. Teman juga memberikan kesenangan, dan dalam jangka tiga tahun bersama mereka adalah masa sulit dan merepotkan yang sialnya tak bisa dienyahkan karena begitu berharga. Mereka kadang menyebalkan diatas rata-rata bahkan tak jarang sering bertengkar karena selisih pendapat bahkan tak akur karena penyebab yang tidak jelas. Kenapa kepahitan dimasa lalu bersama mereka mampu membuat tersenyum sekarang ?

Itulah kelebihan mereka. Itulah yang membuat mereka bisa dengan mudah aku terima menjadi bagian yang terpisahkan dalam hidup. Mereka sempurna dengan caranya, kekurangannya secara tak sengaja kulengkapi. Dan yang pasti mereka masih dengan lapang dada mau mengajak orang sepertiku kedalam lingkaran sosialnya. Melupakan sementara kemudahan hidup dan mau bersusah payah menemaniku. Bukankah mereka pahlawan pengusir sepi yang sempurna ?

Memang agak sulit bagiku untuk menerima individu yang bisa kuakui sepenuhnya sebagai teman. Sebab pertemanan bagiku adalah hal kompleks dan aku sudah sering mengalami kegagalan dan perbedaan paham. Setiap tempat aku cuma memiliki kurang dari lima sahabat yang bisa kupercayai sepenuhnya. Tapi dengan itulah aku mendapat apa yang aku sebut sebagai persahabatan. Saling terbuka pemikiran, saling bercerita keluh kesah masing-masing hingga memberi dukungan satu sama lain. Kelompok belajar yang sama, kelompok bermain yang sama simbiosis mutualisme yang seperti itu adalah yang paling aku butuhkan.

Kemungkinan kau yang hidup dalam dunia pergaulan luas tak akan memahami istilah sahabat yang sehati. Karena bisa dipastikan seseorang yang kau anggap teman hanyalah seseorang yang tak sengaja terikat dalam kondisi yang sama dan kemudian bersatu dengan alasan yang berbeda. Salah satunya hanya sebagai pengisi kesendirian saja. Itu yang aku dapati dari beberapa orang yang statusnya bukan teman juga bukan musuh. Mereka memaknai pertemanan dengan begitu mudah. Ya, setidaknya itulah yang menjadikan manusia itu unik bukan ?

Satu hal, pertemanan bisa tumbuh dari adanya ikatan tak kasat mata yang dinamai manusia sebagai empati. Kemudian individu tersebut mulai dekat satu sama lain, dan memutuskan untuk menjadi teman. Hubungan yang tidak dideklarasikan namun terjalin seiring berjalannya waktu. Apa kalian memiliki perasaan yang sama ? jika ya berarti kita adalah tipikal manusia yang sama. Dan yang terpenting aku menyebut hubungan ini sebagai H-Mate (Humaniora Mate). 

Anda harus daftar/login Terlebih dahulu untuk memberikan komentar disini