Hotel Tua Tempat Kerja Ku ..

Hotel Tua Tempat Kerja Ku ..
09:43 January, 16, 2017 . by sandi suhendi

Perkenalkan ya nama aku eca, umurku 21 tahun, kini aku tinggal dan bekerja di salah satu kota di Jawa Barat. Aku ingin berbagi kisah mistis aku, yang mana aku alami di tempat kerja aku. 

Oke, sebelumnya aku ingin memberitahu, aku bekerja di hotel bintang 3 sebagai FO, tapi pekerjaan ini tak bertahan lama, aku hanya bekerja selama satu tahun. Hotel tempat aku bekerja tidak seramai hotel bintang 3 lainnya, entah kenapa banyak rumor yang beredar di masyarakat bahwa hotel tempatku bekerja ini angker, mungkin ini yang menyebabkan hotelku sepi pengunjung. Hotel tempatku bekerja mengambil tema klasik, mungkin ini pula yang menyebabkan masyarakat memiliki pemikiran bahwa hotel ini angker. Hotel ini mempunyai tiga lantai, dengan jumlah kamar 150, restaurant hotel terpisah dari bangunan hotel itu sendiri, jadi nampak terlihat ada dua bangunan dalam satu ruang lingkup hotel. 

Restaurant dan lobby hotel, letaknya berdekatan, hanya saja dibedakan menjadi dua bangunan, restaurant di hotel ini menggunakan tema outdoor, sehingga banyak saung-saung yang terbuat dari pohon-pohon di taman sekitar restaurant, hal ini sengaja dilakukan untuk menciptakan suasana yang rindang dan asri. Oh ya kamar-kamar di hotel ini tidak semuanya dioperasionalkan, karena jumlah pengunjung sedikit, maka dari itu kamar lantai tiga tidak digunakan, terlebih lagi kolam renang yang masih belum terselesaikan dan sengaja dibiarkan begitu saja karena sempat menelan korban jiwa, mungkin ini pula yang menambah kesan horror pada hotel ini. 

Baiklah, sebenarnya aku adalah tipikal orang yang tidak mempercayai hal-hal mistis seperti ini, sampai akhirnya aku nekad melamar kerja di hotel ini, dan akhirnya diterima. Satu hingga dua bulan bekerja, semua berjalan dengan lancar, tidak ada kendala dan gangguan apa pun. Hal ini semakin menyakinkan aku bahwa rumor-rumor yang beredar tentang keangkeran hotel ini, hanya sekedar cerita karangan masyarakat saja. Hingga akhirnya di bulan ketiga semua berubah. Aku mulai merasa banyak kejanggalan di hotel tempatku bekerja ini. Waktu itu hari jumat, jam menunjukkan pukul 12 siang, waktu untuk beristirahat bagi semua karyawan, karena pada saat itu teman satu shift denganku adalah laki-laki, maka dia harus melaksanakan sholat jumat bersama dengan karyawan laki-laki lainnya. 

Mau tidak mau aku harus jaga sendirian. Saat itu yang berada di lobby hanya aku seorang diri, karena teman perempuanku yang lain sedang berada di restaurant. Ketika sedang asyik melahap snack makanan ringanku, entah kenapa, aku tiba-tiba melihat ke arah monitor cctv yang ada di dalam ruangan front office,  dari situ aku bisa melihat seluruh lantai dan area hotel, dan entah karena apa pula aku justru terpaku melihat monitor tiga yang mana menunjukkan lantai tiga. Di layar monitor terlihat asap yang menggumpal di dekat tangga darurat, aku terkejut dan panik karena aku fikir terjadi kebakaran, tetapi setelah aku liat lagi, asapnya berubah dan tak beraturan, kadang memanjang, kadang menciut, melebar sampai akhirnya hilang menembus tembok. 

Aku terkejut dan langsung keluar dari office fo, dan langsung duduk di bawah meja reservasi sambil memikirkan kira-kira benda apa yang baru saja aku liat. Belum sempat aku menemukan jawabannya, lagi-lagi aku dikejutkan dengan bunyi telepon dari salah satu  tamu di kamar nomor 205, aku berusaha bersikap setenang mungkin, lalu menjawabnya.  Tamu di kamar nomor 205 ternyata komplain, karena penghuni  di kamar sebelahnya mengganggu istirahatnya, dia mengatakan bahwa dia tidak bisa tidur karena banyak sekali suara anak-anak yang menangis, tertawa, berlarian, bahkan mengetuk pintu kamarnya.

Karena seingat aku pada saat itu di lantai dua kamar yang terisi hanya kamar nomor 205, aku mencoba menyakinkan tamu tersebut apakah dia benar-benar mendengar suara-suara tersebut. Dan dengan nada kesal, tamu tersebut menjawab, dia yakin sekali mendengar suara-suara itu. Akhirnya aku mencoba menenangkan tamu di kamar nomor 205 dan mengatakan bahwa hal seperti itu tidak akan terjadi lagi, karena aku penasaran aku melihat buku tamu, dan benar saja dugaanku, kamar di lantai dua hanya  kamar nomor 205 yang terisi, sisanya berada di lantai satu. Jika tidak ada tamu lain di lantai dua, jadi suara-suara yang dimaksud tamu di kamar nomor 205 itu suara siapa ?

Tidak lama kemudian teman satu shift denganku datang, ohya sebelumnya akan aku kenalkan, nama temanku adalah indra, dia cukup lama bekerja disini. 
"Ca muka kamu kenapa pucat begitu? Belum makan kamu ya? " pada saat itu indra datang, dan langsung bertanya padaku. 
"Tidak mas, hanya kurang fit aja." Jawabku sekenanya. 
Aku masih tidak berani menceritakan apa yang baru saja terjadi ke siapa pun.  Setelah kejadian itu aku terus saja berpikir sebenarnya siapa yang menganggu tamu di kamar nomor 205, hingga akhirnya aku teringat cerita koki perempuan  di resto,  namanya ibu bad,  beliau memang sudah lama bekerja di hotel ini,  jadi tak heran jika beliau lebih tau tentang  hotel ini. Beliau pernah mengatakan bahwa pemilik hotel ini katanya pakai semacam pesugihan, dulu sebelum aku bekerja disini, sempat ada juga tamu yang komplain tentang kejadian serupa. Ketika sedang asyik melamun, tiba-tiba aku dikejutkan oleh mas indra, "Ca udah gausah dipikirin hal semalam ini, sudah biasa ini mah, jadi jangan kaget ya."
"Ah engga, cuma gak abis fikir aja tadi ada tamu komplain katanya dia ke ganggu sama suara anak-anak, padahal jelas-jelas di lantai 2 hanya dia doang mas. " Kataku serius. 
Indra hanya menjawab sembari tertawa, "Hahaha.. tandanya dia ingin kenalan sama kamu ca."
Mas indra menjawab dengan santainya. Aishhhh aku semakin pusing dengan sikap tenang mas indra. Aku sama sekali tidak menangkap dengan apa yang baru saja dikatakan oleh indra. 

Story by : T. S

Anda harus daftar/login Terlebih dahulu untuk memberikan komentar disini