Mereka Yang Ingin Berkenalan!!

Mereka Yang Ingin Berkenalan!!
09:17 January, 20, 2017 . by sandi suhendi

Aku dan "Teman" Kos-ku


Saat itu saya masih berumur 19 tahunan waktu itu saya ngekos.
Mereka Yang Ingin Berkenalan
"Kayaknya enak nih kamarnya disini bro, luas banget, bersih dan ada akses langsung dari luar ke kamar tidur." Kata saya ke temen saya namanya Dika.

Saya dan Dika emang sahabatan sejak dulu saat SMA, dan kebetulan juga kuliah bareng  meskipun beda kampus. Akhirnya kami memutuskan kos barengan deh, soalnya sama-sama pertama kali merantau. Kami cari kos-kosan bareng di berbagai tempat dan lokasi, akhirnya kami pun memutuskan untuk kos yang kita pilih dari beberapa yang terbaik. Kami pikir, kalau kos ini strategis karena dekat dengan pusat kota.

Sebetulnya gak ada yang aneh sih yah dengan rumah kos kami ini, rumah tersebut terlihat seperti rumah pada umumnya, hanya saja ruangan belakang yang merupakan ruang parkir motor ini dan jemuran terlihat temaram karena hanya diberi penerangan lampu bohlam saja. Di ruang belakang juga terdapat 3 buah kamar mandi yang biasa digunakan bersama-sama.

saya akhirnya menempati kos tersebut, setelah itu berkenalan dengan penghuni kos lain, nah kami pun sudah mulai bisa berbaur dengan penghuni kos lain. Hari pertama kami isi dengan ngobrol-ngobrol bersosialisasi dengan penghuni kamar kos lainnya. Setelah itu menjelang larut malam, kira-kira jam 11 malam nih yah, saya kembali ke kamar untuk tidur karena capek banget, sementara itu temen saya Dika memilih untuk nongkrong dulu dengan penghuni kos lainnya di teras halaman depan.

Sesampainya saya di kamar, saya bermaksud untuk Sholat Isya terlebih dahulu yah, ke kamar mandi untuk ambil air wudhu. Saat keluar kamar akan memasuki kamar mandi gw mencium wangi bunga melati nyengat banget.

"Kok ada bau melati yah?ah mana mungkin ada yang bawa cewek, maklum kosan ini kan bebas sih."pikir saya dalam hati, masih coba positif thinking, menganggap wangi dari parfum cewek.

kembali ke kamar dan langsung Sholat Isya, setelah selesai saya langsung rebahan di kasur sambil menonton TV. Saat sedang nonton TV ini itulah tiba-tiba dari atap rumah itu terdengar suara "Duk..Duk..Duk..Duk..Duk..Duk", suaranya teratur seperti suara langkah kaki orang .

"Duh apaan sih tikus kali yah lagi pacaran emm i?"-saya masih coba berpositif thinking.

Suara itu selalu muncul berulangkali  setiap beberapa menit dan selalu berbunyi 5 kali langkah kaki, bunyinya seperti orang berjalan setengah berlari gitu ning.

"Kok kayak suara langkah kaki ya aneh?" mulai keheranan.

Suara di atap itu baru hilang sekitar jam 1 dini hari, si Dika masuk kamar pada saat itu. saya ceritain ke dia mengenai suara tersebut, dia malah bilang paling suara tikus itu. saya ga berlanjut untuk memperdebatkan suara apa itu, tapi menurut sayaga penting juga, menganggap bahwa saya yang terlalu parno berpikiran negatif. Malam itu akhirnya tidak ada lagi suara dari atap rumah dan sayabisa tidur nyenyak.

Keesokan paginya itu, karena saya masih penasaran, saya tanya ke temen kos yang lain, saat itu saya tanya ke Wawan, dia adalah penghuni terlama.

"Bang, semalem ada bau melati deh di deket kamar mandi, emang ada yang bawa cewek ya?".

Wawan cuma senyum senyum, saya yang masih penasaran kembali bertanya :

"sayajuga denger suara gruduk-gruduk di atap, tapi kok aneh aneh ya suaranya, lebih mirip suara orang jalan cepet"

Wawan lalu ngejawab:

"Itu karena kalian penghuni baru disini, ada 'mereka' yang emang sudah menghuni lama disini ingin berkenalan sama kalian. Lu jangan takut deh, 'mereka' baik kok." Wawan menjelaskan.

Hah mereka?penghuni lama?apa maksudnya sih? berbagai pertanyaan langsung memberondong dalam hati saya,  ga tanya lebih jauh lagi tentang 'penghuni lama'. saya beranggapan pasti ini berkaitan dengan hal-hal gaib. saya yang orangnya penakut memang malas kalau harus membicarakan masalah seperti ini.

"Mendingan lu sama Dika baca surat Yasiin deh, anggap aja sebagai bentuk permisi, ga usah takut." Wawan melanjutkan.

saya jelaskan juga ke temen saya Dika mengenai obrolan saya sama Wawan, akhirnya hari itu saya dan Dika sepakat untuk baca surat yasiin bareng, sambil dalam hati saya minta ke 'mereka' untuk tidak iseng karena saya orangnya penakut. saya berharap mereka mendengar suara hati saya, tapiii ternyata tanya salah...

Bersambung...
 

Anda harus daftar/login Terlebih dahulu untuk memberikan komentar disini